Sejarah Tari Gambyong : Pengertian, Properti & Gerakannya

Sejarah Tari Gambyong – Tari klasik merupakan tari yang lahir, tumbuh dan berkembang di kalangan Istana. Tari klasik sering disebut dengan tari gedongan. 

Wilayah Surakarta dan Yogyakarta menjadi salah satu pusat lahirnya tari klasik Jawa. Tari klasik berguna untuk hiburan, tontonan dan upacara adat keraton berupa, penobatan raja, ulang tahun raja dan keluarganya. 

Ingin tahu tentang sejarah tari gambyong sera yang berkaitan dengan tari gambyong? 

Yuk simak ulasan berikut!

Pengertian Tari Gambyong

Tari gambyong merupakan salah satu seni tari tradisional yang terkenal di Jawa Tengah. 

Tarian ini tetap dilestarikan sampai saat ini dan menjadi bagian dari seni masyarakat Jawa dengan beragam. 

Biasanya, tari ini ditampilkan saat acara adat, dan pagelaran kebudayaan yang dihadiri oleh kalangan masyarakat luas.

Tarian ini menjadi salah satu  jenis tarian Jawa klasik yang berasal dari Surakarta. Pada awalnya, tari gambyong merupakan tarian tungga. 

Seiring berkembanganya zaman, taraian ini dilakukan dengan 3 sampai 5 orang penari. Masyarakat jawa tengah sangat bangga dengan tarian ini sehingga dipelajari hingga saat ini. 

Bahkan, minat masyarakat pada tarian ini bisa dilihat dari di bangunkannya sangar-sanggar tari yang melatih penari pemula mulai dari anak-anak sampai dewasa sekalipun.

Sejarah Tari Gambyong

Pada awalnya, tari gambyong berasal dari seorang penari yang bernama sri gambyong pada abad ke-19.

Sri gambyong mengangkat derajat tarian rakyat yang menampilkan tarian di istana Kasunan Surakarta. Penari itu, membawa tarian tayub yang ditampilkan di wilayah keraton Surakarta di era Paku Buwono. 

Lalu, tarian ini mengalami inovasi dan adopsi. Dengan perkembangannya, muncul koreografi tari gambyong Pareanom pada tahun 1950 hingga 1993. 

Tari pareanom ini menjadi salah satu tarian hiburan untuk penyambutan tamu. 

Bahkan, tarian ini mempunyai perubahan bentuk estetis, keluwesan dan kelincahan penari wanita. Tari pareanom pura ini berbeda dengan tari gambyong di luar pura. 

Artikel Menarik:  Cara Kompres Foto Dengan Kualitas Bagus

Bedanya, terdapat pada kostum tari, dimana gambyong pareanom di luar tembok Mangkunegaran dengan menggunakan kain wiron, kemben, sampur dan sanggulnya bebas.

Makna Tari Gambyong

Tari gambyong dapat ditampilkan saat musim tanam dan panen padi. Hal ini bertujuan untuk kesuburan dan mendapat panen yang cukup melimpah. 

Secara tradisi di pulau Jawa Tengah dan Timur, tarian ini biasa digunakan untuk penghormatan pada Dewi Sri sebagai simbol kesuburan.

Sebelumnya, keraton Mangkunegaran Surakarta sudah di ubah ulang gerakannya tari gambyong. 

Namun, sekarang tarian ini ditampilkan sebagai penyambutan tamu kehormatan, kenegaraan serta memeriahkan acara pernikahan. 

Sementara itu, tari gambyong memiliki tiga fungsi dalam seni pertunjukan, yakni sarana upacara, hiburan dan tontonan.

  • Saat upacara, tarian ini dipakai untuk acara tertentu, misalnya perkawinan, tanam padi dan bersih desa.
  • Saat hiburan, tarian ini digunakan saat hari ulang tahun negara, pesta pernikahan dan khitanan.
  • Saat Tontonan, tarian ini berguna untuk pementasan wayang, acara lomba dan ketoprak.

Properti Tari Gambyong

Pada tari gambyong memiliki desain sendiri, seperti kostum, tata pentas, tata rias dan tata lampu. Pakaian penari menggunakan warna kalem yang sudah disesuaikan pada isi cerita. 

Contohnya seperti tari gambyong Jangkung Kuning yang mengambil cerita timun mas, maka kostum penari tersebut berwarna netral atau kalem.

Berikut 10 properti tari gambyong yaitu:

1. Kain jarik

Kain Jarik merupakan properti pelengkap yang yang sering dipakai untuk bawahan. Biasanya, para penari memakai kain yang bermotif batik. Motif batik tersebut digunakan dengan beragam corak dan motifnya.

2. Gelang

Gelang adalah properti yang harus digunakan oleh penari gambyong pada pergelangan kiri dan kanan. Gelang ini berfungsi untuk memberikan nilai estetika serta keindahan penampilan penari supaya enak dipandang.

Artikel Menarik:  Cara Transfer Pulsa Telkomsel

3. Anting-Anting

Anting-anting adalah aksesoris tambahan yang digunakan para wanita di daun telinga bagian bawah. Fungsinya sebagai hiasan untuk memperindah penampilan penari.

4. Kalung

Kalung digunakan di bagian leher penari yang memiliki bentuk ciri khas jawa. Fungsinya untuk mempercantik penampilan ketika pentas.

5. Sampur

Sampur adalah kain panjang dengan warna yang beragam. Biasanya, sampur ini digunakan oleh wanita dibagian perut, namun ada juga yang di bahu.

6. Kemben

Kemben adalah kostum yang digunakan untuk menutupi area dada penari yang bagian bahunya terbuka. Pakaian tradisional kha Jawa ini di bentuk sepotong kain batik yang dipakai untuk menutup tubuh.

7. Gelungan

Gelungan biasanya digunakan untuk hiasan rambut wanita agar penari tampak lebih anggun dan cantik saat dilihat

8. Stagen

Stagen merupakan kain yang dipakai dipinggang. Kain ini berguna untuk memperkencang ikatan kostum pada pinggang.

9. Selendang

Selendang adalah properti yang wajib digunakan oleh penari gambyong. Biasanya selendang yang digunakan berwarna kuning keemasan, lalu dikalungkan di leher penari atau di pundak.

Namun ada juga yang menggunakan selendang berwarna hijau. Tetapi setiap warna memiliki arti sendiri. Selendang warna hijau melambangkan kesuburan, sedangkan selendang warna kuning keemasan melambangkan kekayaan.

10. Bunga Melati

biasanya Bunga melati yang dipakai oleh penari sudah berbentuk roncean panjang. Bunga ini berguna untuk hiasan rambut, lalu dijatuhkan ke bagian pundak sebagai aksesoris. 

Baca juga: Pola Lantai tari Piring

Gerakan Tari Gambyong

Gerakan tari gambyong dibagi menjadi 3 bagian, yaitu gerakan awal, gerakan utama dan gerakan penutup. Gerakan pada tarian ini lebih menonjolkan gerakan yang berfokus pada kaki, tangan, tubuh dan kepala.

Artikel Menarik:  Cara Screenshot IPhone Secara Praktis

Setiap gerakan penari dilakukan ketukan tempo yang pelan dan hati-hati. Hal tersebut menggambarkan tentang keanggunan dan kelembutan seorang wanita jawa. Pada saat pembukaan, tarian ini diiringi dengan gending Pangkur.

Iringan Musik Tari Gambyong

Alunan musik jawa dan gamelan adalah musik pengiring tarian gambyong yang sering digunakan. Alat musik ini terdiri dari kendang, gong, gambang, dan kenong. 

Semua alat tersebut dimainkan serentak dengan gerakan para penari gambyong. Akan tetapi, kendang adalah instrumen yang paling penting dari semua alat musik.

Iringan musik ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Pathet jugag, yang diteruskan dengan sulukan, ayak-ayakan dan pathet jugag pathet nem. 
  • Gendhing gambir sawit 
  • Pathet jugag, ayak-ayakan, kemudian pathet jugag pelog nem. 

Selain itu, tari gambyong memiliki bentuk yang dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Tari Gambyong Gede, yang diiringi dengan gending kethuk-kethuk kerep. 
  • Tari Gambyong Cilik, iringannya berbentuk ladrang. 

Busana Tari Gambyong

Busana yang digunakan oleh para penari gambyong seperti kebaya kemben dengan bahu terbuka dan bawahan kain panjang bermotif batik. 

Kain ini disebut dengan kain jarik. Selain itu, para penari harus berdandan cantik. 

Tata rias yang digunakan harus mengikuti aturan rias khas jawa sehingga menambah kesan anggun dan kelembutan di setiap gerakan tarinya. Lalu, rambutnya menggunakan sanggul agar terlihat rapi dan cantik.

Nah, itulah tadi ulasan tentang tari gambyong yang dikaitkan dengan pengertian, properti, gerakan, maknanya serta sejarah tari gambyong. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments